Diketahui, Imam Sibawaih sangat menyibukkan diri dengan kitab yang sedang ia tulis. Sepanjang siang dan malam ia menghabiskan waktunya dengan muthala'ah (menelaah) sehingga meninggalkan istrinya dalam waktu yang sangat lama.
Karena terbawa suasana dan kemarahan yang memuncak, istrinya pun membakar kitab-kitab dan berbagai tulisannya, kemudian istrinya berkata: "kitab yang engkau telaah siang dan malam ini, lebih menyengsarakanku daripada engkau mempunyai istri lagi, karena kalau kau punya istri lagi, masih ada jatah untuknya dan untuku (Lah.. ini jatahnya habis untuk kitab-kitab itu) ".
Setelah kejadian ini, Sibawaih langsung mentalak istrinya, karena kecintaannya kepada ilmu jauh lebih besar daripada kecintaannya kepada wanita manapun. Walaupun pada akhirnya imam Sibawaih merujuk kembali istri.
Adakah zaman ini suami yg tidak takut istrinya?
Dan adakah suami yg lebih mementingkan ilmu daripada apapun?.
Jujur kalo saya pribadi masih jauh dari pada Imam Sibawaih.. 😁