Akhir² ini kita dikejutkan dgn orang² yg tidak cakap dalam bidang agama, namun ia berbicara seolah² sangat faham ttg agama. Ini sebenarnya tanda akhir zaman. Coba simak hadits berikut ini:
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فيها الكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فيها الخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فيها الأَمِينُ، ويَنْطِقُ فيها الرُّوَيْبِضَةُ. قيل: وما الرُّوَيْبِضَةُ؟ قال: الرجلُ التَّافَهُ، يتكلَّمُ في أَمْرِ العَامَّةِ
Rasulullah ﷺ bersabda, “Kelak, manusia akan menghadapi tahun² yang penuh dengan penipuan. Pada saat itu, seorang pendusta dianggap jujur, orang yang jujur dianggap pembohong, pengkhianat dipercaya, orang yang bisa dipercaya dianggap pengkhianat, dan ar-Ruwaibidhah akan menjadi penyambung lidah masyarakat.
Seorang sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan ar-Ruwaibidhah?” Nabi menjawab, “Orang tak berilmu yang berbicara tentang urusan masyarakat”.
Salah satu ciri zaman ini adalah tampilnya orang² tak bermartabat di tengah² masyarakat, mengalahkan sosok-sosok terbaik mereka. Sehingga, semua urusan mereka pun berada di tangan orang-orang bodoh itu. Sekarang, fenomena ini sudah terjadi di mana².
Lalu apa tugas kita?, ngebulli.. tidak..! Seharusnya.., orang yang berilmu dan memiliki keahlian sdh saatnya tampil. Jika tidak, maka semuanya akan dikuasai oleh Ruwaibidhah.